Welcome to my blog !!!

Welcome to my blog !!!

Blog ini membahas tentang keperawatan, kebidanan, serta hal - hal umum lainnya...

Senang sekali jika anda mau berbagi pendapat dengan saya disini... ^^

Kamis, 17 Mei 2012

DINAMIKA KELOMPOK

1.    PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK
Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok.
·      Dinamika berati interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis (berubah-ubah).
·      Kelompok adalah kumpulan individu yang merupakan kesatuan sosial  yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama. Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok :
-       Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
-       Adanya saling menghormati dan menghargai di antara anggotanya
-       Adanya saling keterbukaan, toleransi di antara anggotanya..
Maka Dinamika Kelompok  merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah. Dinamika kelompok bertujuan, antara lain :
-       Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga menimbulkan rasa saling menghargai.
-       Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain
-       Menciptakan komunikasi dan adanya itikad yang baik yang terbuka diantara sesama anggota kelompok
Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai pribadi yang masuk ke dalam kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu. Individu yang bersangkutan akan berusaha mengenal individu yang lain. Setelah saling mengenal, dimulailah berbagai diskusi kelompok, yang bisa sampai memanas. Hal ini akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu sehingga dalam setiap kelompok harus ada aturan main yang disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua  anggota kelompok.
2.    FUNGSI DINAMIKA KELOMPOK
Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu :
1.      Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. (Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain).
2.      Memudahkan segala pekerjaan. (Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain).
3.      Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian. (pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing sesuai keahlian).
4.      Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat (setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat).
3.    JENIS KELOMPOK SOSIAL
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial agar ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada. Kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa, antara lain:
1.      Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Misalnya : keluarga, rukun tetangga, kelompok kawan.
2.      Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektiv. Misalnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja dll.
3.      Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART). Anggotanya diangkat oleh organisasi. Misalnya perkumpulan yang memiliki AD/ART.
4.      Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok. Terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya kelompok arisan.
Secara umum, Baron dan Byrne mengungkapakan bahwa sebuah kelompok harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1.    Interaksi, anggota-anggota seharusnya berinteraksi satu sama lain
2.    Interdependen, apa yang terjadi pada seorang anggota akan mempengaruhi perilaku anggota lain
3.    Stabil, hubungan paling tidak ada lamanya waktu yang berarti
4.    Tujuan yang dibagi, beberapa tujuan bersifat umum bagi semua anggota
5.    Struktur, Fungsi tiap anggota harus memiliki beberapa macam struktur sehingga mereka memiliki setiap peran
6.    Persepsi, anggota harus merasakan diri mereka sebagai bagian dari kelompok.
4.    CIRI KELOMPOK SOSIAL
Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Memiliki motif yang sama antara individu satu dengan yang lain.
2.    Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain
3.    Adanya penugasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan serta kedudukan masing-masing
4.    Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
5.    Berlangsungnya suatu kepentingan serta adanya pergerakan yang dinamik
5.    PEMBENTUKAN KELOMPOK
Pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memanuhi kebutuhannya. Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan  membentuk sebuah kelompok.
Pembentukan kelompok dilakukan dengan menentukan kedudukan masing-masing anggota (siapa yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul perpecahan.  Perpecahan yang terjadi bisanya bersifat sementara karena kesadaran arti pentingnya kelompok tersebut, sehingga anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi kepentingan bersama. Akhirnya setelah terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.
Langkah proses pembentukan Tim diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
1.    Persepsi
Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota  lainnya.
2.    Motivasi
Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok akan memicu kompetisi internal secara sehat. sehingga memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan untuk memotivasi diri untuk maju.
3.    Tujuan
Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu.
4.    Organisasi
Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif.
5.    Independensi
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan. Namun demikian tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok.
6.    Interaksi
Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.
6.    PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KELOMPOK
Terbentuknya kelompok karena adanya persamaan dalam kebutuhan akan berkelompok,dimana individu memiliki potensi dalam memenuhi kebutuhan dan setiap individu memiliki keterbatasan, sehingga individu akan meminta atau membutuhkan bantuan individu yang lain untuk mengatasinya.
Indikator yang dijadikan pedoman untuk mengukur tingkat perkembangan kelompok adalah sebagai berikut:
1.      Adaptasi
Proses adaptasi berjalan dengan baik bila:
a)      Setiap individu terbuka untuk memberi dan menerima informasi yang baru
b)      Setiap kelompok selalu terbuka untuk menerima peran baru sesuai dengan dinamika kelompok tersebut.
c)      Setiap anggota memiliki kelenturan untuk menerima ide, pandangan, norma dan kepercayaan anggota lain tanpa merasa integritasnya terganggu.
2.      Pencapaian tujuan
Dalam hal ini setiap anggota mampu untuk:
a)      menunda kepuasan dan melepaskan  ikatan dalam rangka mencapai tujuan bersama
b)      membina dan memperluas pola
c)      terlibat secara emosional untuk mengungkapkan pengalaman, pengetahuan dan kemampuannya.
Selain hal diatas, perkembangan kelompok dapat ditunjang oleh bagaimana komunikasi yang terjadi dalam kelompok. Dengan demikian  perkembangan kelompok dapat dibagi menjadi tiga tahap, antara lain
1.      Tahap pra afiliasi
Merupakan tahap permulaan, diawali dengan adanya perkenalan semua individu akan saling mengenal satu sama lain. Kemudian hubungan berkembang menjadi kelompok yang sangat akrab dengan saling mengenal sifat dan nilai masing-masing anggota.
2.      Tahap fungsional
Ditandai dengan adanya perasaan senang antara satu dengan yang lain, tercipta homogenitas, kecocokan, dan kekompakan dalam kelompok. Pada akhirnya akan terjadi pembagian dalam menjalankan fungsi kelompok.
3.      Tahap disolusi
Tahap ini terjadi apabila keanggotaan kelopok sudah mempunyai rasa tidak membutuhkan lagi dalam kelompok. Tidak ada kekompakan maupun keharmonisan yang akhirnya diikuti dengan pembubaran kelompok.
7.    KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DALAM KELOMPOK
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut.
1.    Kelebihan Kelompok
·      Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain.
·      Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi demi tercapainya tujuan kelompok
·      Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan norma yang telah disepakati kelompok
·      Pengetahuan dan kemampuan tanpa meninggalkan kaidah dan norma yang telah disepakati kelompok.
2.    Kekurangan Kelompok
Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.
8.    PENTINGNYA DINAMIKA KELOMPOK DALAM KEPERAWATAN
·         Profesi Keperawatan merupakan bagian dari profesi kesehatan yang anggotanya terdiri atas perawat dalam satu ikatan profesi yang dengan tujuan dan kepentingan yang sama dalam bidang keperawatan
·         Profesi keperawatan terbentuk dari adanya suatu kelompok perawat  yang memiliki tradisi, norma, prosedur dan aktivitas yang sama.
·         Setiap anggota saling tergantung satu dengan yang lain karena saling membutuhkan bantuan.
·         Dapat melihat adanya persepsi yang berbeda di antara anggota kelompok yang akhirnya persepsi tersebut dapat diterima sebagai norma kelompok
·         Mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam mencapai tujuan.
Setiap anggota profesi memiliki ciri-ciri yang berbeda dan dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu:
a)    Anggota Psikologis
Secara psikologis memiliki minat berpartisipasi dalam kelompok norma
b)   Anggota Marginal
Kelompok menerima baik keanggotaannya tetapi bersikap menjauh  atau tidak ingin terlalu terlibat dalam kelompoknya.
c)    Anggota Pemberontak
Anggota kelompok yang bersikap menentang dan tidak bersedia menerima norma yang ada.
9.    KOMUNIKASI KELOMPOK
Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara seseorang dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka, dan mulai sering muncul dengan istilah alternatif dari diskusi dan hanya memusatkan perhatiannya pada proses komunikasi pada kelompok kecil, sedang dinamika kelompok memusatkan  perhatiannya pada tingkah laku kelompok. Akan tetapi komunikasi kelompok memandang proses diskusi kelompok kecil dari sudut pandang yang lebih ”ilmiah”, artinya lebih sebagai bidang ilmu penyelidikan dan agak kurang sebagai bidang pengembangan keterampilan dan penyempurnaan kelompok.

0 komentar:

Poskan Komentar