Welcome to my blog !!!

Welcome to my blog !!!

Blog ini membahas tentang keperawatan, kebidanan, serta hal - hal umum lainnya...

Senang sekali jika anda mau berbagi pendapat dengan saya disini... ^^

Senin, 23 April 2012

LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA BERENCANA (KONTRASEPSI DENGAN METODE SUNTIKAN)

KONTRASEPSI DENGAN METODE SUNTIKAN


A.    PENGERTIAN KB dan KONTRASEPSI
Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinana ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera.
Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma.
1.      Sasaran KB
a.       Sasaran Langsung
Yaitu pasangan usia subur (PUS) agar mereka menjadi peserta keluarga berencana lestari sehingga memberikan efek langsung pada penurunan fertilitas.
b.      Sasaran Tidak Langsung
Yaitu organisasi-organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintahan maupun swasta, tokoh-tokoh masyarakat (Wanita dan Pemuda) yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap proses pembentukan sistem keluarga kecil bahagia sejahtera (Mochtar, 1998).
2.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi
a.       Faktor-faktor Motivasi dan Rehabilitasi
·         Umur
·         Gaya hidup
·         Frekuensi senggama
·         Jumlah keluarga yang diinginkan
·         Pengalaman kontrasepsi yang lalu
·         Sikap kewanitaan dan kepriaan
b.      Faktor kesehatan, kontraindikasi, absolut dan relative
·         Riwayat haid
·         Efek samping minor
·         Komplikasi-komplikasi yang potensial
·         Pemeriksaan flek dan panggul
c.       Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungan
·         Efektivitas
·         Efek samping minor
·         Komplikasi-komplikasi yang potensial
·         Kerugian
·         Biaya
3.      Syarat Metode Kontrasepsi Yang Baik
a.       Aman dan tidak berbahaya
·         Dapat diandalkan
·         Sederhana
·         Murah
·         Dapat diterima orang banyak
·         Pemakaian jangka panjang (Hartono, 1994)
b.      Macam-Macam Metode Kontrasepsi
·         Metode Sederhana
Terdiri dari 2 macam yaitu dengan alat seperti kondom pria, kondum wanita, diafragma, servical cap, dan tanpa alat seperti metode alami, coitus interuptus.
·         Metode Modern
Terdiri atas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, implant, AKDR/IUD, kontrasepsi mantab, seperti MOW dan MOP.

B.     PENGERTIAN SUNTIKAN KB
Kontrasepsi suntik adalah suatu cara kontrasepsi dengan jalan penyuntikan sebagai usaha pencegahan kehamilan berupa hormon progesterone dan estrogen pada wanita usia subur.
Kontrasepsi suntik merupakan suatu tindakan invasif karena menembus pelindung kulit, penyuntikan harus dilakukan hati-hati dengan teknik aseptik untuk mencegah infeksi (Sarwono, 2003). Salah satu tujuan utama dari kontrasepsi ini adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang (lama, yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan bersenggama, tetapi tetap reversibel.

C.     MACAM-MACAM SUNTIKAN KB
Dua kontrasepsi suntikan berdaya – kerja lama yang sekarang banyak dipakai adalah:
1.      Depo Medroxy Progesteron Acetat (DMPA) = Depo-Provera
DMPA adalah suatu sintesa progestin yang mempunyai efek progestin asli dari tubuh wanita dan merupakan suspensi steril medroxy progesteron acetat dalam air, yang mengandung medroxy progesteron acetat 150 mg (setiap 3 ml)).
DMPA ini telah dipakai lebih dari 90 negara, telah digunakan selama kurang lebih 20 tahun dan sampai saat ini akseptornya berjumlah kira-kira 5 juta wanita.
Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin yaitu :
a.       Depo medroxyprogesteron asetat (DMPA), mengandung 150 mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM (di daerah bokong).
b.      Depo noretisteron enantat (Depo Noristerat), yang mengandung 200 mg noretindron enantat, di berikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik IM
2.      NET-EN (Norethindrone enanthate).
3.      Suntik kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo medroksiprogesterone asetat dan 5 mg ekstradiol yang diberikan sipionat yang diberikan injeksi IM (intramuskuler) sebulan sekali (Cyclovem) dan 50 mg Noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat yangn diberikan injeksi IM sebulan sekali.

D.    KELEBIHAN SUNTIKAN KB
1.      Sangat fektif sebagai alat kontrasepsi (0.1 – 0.4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan. Angka kegagalannya kurang dari 1%.
2.      Dapat diberikan pada ibu yang sedang menyusui bayinya, karena tidak mrngurangi produksi asi.
3.      Risiko terhadap kesehatan kecil
4.      Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri
5.      Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
6.      Jangka panjang
7.      Efek samping sangat kecil
8.      Klien tidak menyimpan obat suntik
9.      Mengurangi jumlah perdarahan
10.  Mengurangi nyeri pada saat haid
11.  Mencegah anemia.

E.     KERUGIAN SUNTIKAN KB
1.      Terjadi perubahan pada haid
2.      Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti hilang setelah suntikan kedua dan ketiga.
3.      Ketergantungan klien terhadap petugas kesehatan.
4.      Penambahan berat badan.
5.      Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian

F.      MEKANISME KERJA SUNTIKAN KB
1.      Primer (mencegah ovulasi)
Penggunaan kontrasepsi suntik mempengaruhi hipotalamus dan hipofisis yaitu menurunkan kadar FSH dan LH sehingga perkembangan dan kematangan folikel de Graaf tidak terjadi.
2.      Sekunder
-          Lendir servik menjadi kental dan sedikit,sehingga sulit ditembus spermatozoa.
-          Membuat endometrium menjadi kurang baik untuk implantasi dari ovum yang telah dibasahi.
-          Menghambat transport ovum dalam tuba falopii.

G.    INDIKASI SUNTIKAN KB
1.      Tidak sedang hamil
2.      Ibu yang setelah persalinan sampai 40 hari sebelum berkumpul dengan suami
3.      Ibu yang setelah keguguran, sampai 7 hari
4.      Usia reproduksi
5.      Setelah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
6.      Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
7.      Mengyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan.
8.      Pasca persalinan dan tidak menyusui
9.      Anemia
10.  Nyeri haid hebat
11.  Haid teratur
12.  Riwayat kehamilan ektopik
13.  Sering lelah menggunakan pil kontrasepsi
14.  Tidak terdapat indikasi

H.    KONTRAINDIKASI SUNTIKAN KB
1.      Hamil atau diduga hamil
2.      Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinan
3.      Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
4.      Penyakit haid akut (virus hepatitis)
5.      Usia > 35 tahun yang merokok
6.      Riwayat penyakit jantung, stroke atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg)
7.      Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun
8.      Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine
9.      Adanya tumor/keganasan.

I.       PROSEDUR SUNTIKAN KB
Dilakukan melalaui injeksi Intra Muskuler (IM)



KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A.    PENGKAJIAN
1.      Data Subyektif
a.       Identitas
Yang dikaji meliputi biodata dan suami mulai dari nama, umur, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, alamat, no. telp.
b.      Keluhan Utama
Dikaji keluhan klien yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik kombinasi tersebut antara lain amenorea/ perdarahan tidak terjadi, perdarahan bercak, meningkatnya/ menurunnya BB.
c.       Riwayat KB
Dikaji apakah klien pernah menjadi akseptor KB lain sebelum menggunakan KB kombinasi dan sudah berapa lama menjadi akseptor KB tersebut.
d.      Riwayat Obstetri Lalu
Dikaji riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu.
e.       Riwayat Menstruasi Lalu
Dikaji menarche pada umur berapa, siklus haid, lamanya haid, sifat darah haid, dysmenorhea atau tidak, flour albus atau tidak.
f.       Riwayat Kesehatan Klien
Dikaji apakah klien menderita penyakit jantung, hipertensi, kanker payudara, DM, dan TBC.
g.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Dikaji apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit jantung, DM, TBC, hipertensi dan kanker payudara.
h.      Pola Kehidupan
Dikaji meliputi pola nutrisi, pola eliminasi, pola istirahat, pola aktivitas, pola aktivitas seksual, pola personal hygiene, dan kebiasaan sehari-hari.
2.      Data Obyektif
1)      Pemeriksaan Umum
Meliputi pemeriksaan pada tekanan darah, nadi, pernafasan, BB, TB, suhu badan, kesadaran.
2)      Pemeriksaan Khusus
a.       Wajah : dilihat adanya bercak hitam (chloasma) adanya oedem, conjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus.
b.      Leher : diraba adanya pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe, adanya bendungan vena jugularis.
c.       Dada : dilihat bentuk mammae, diraba adanya massa pada payudara.
d.      Genetalia : dilihat dari condiloma aquminata, dilihat dan diraba adanya infeksi kelenjar bartholini dan kelenjar skene.
e.       Ekstremitas : dilihat adanya eodem pada ekstrimitas bawah dan ekstrimitas atas, adanya varices pada ekstremitas bawah.

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri b.d bekas luka suntik
2.      Cemas b.d kurang pengetahuan tentang kontrasepsi metode suntikan

C.     INTERVENSI KEPERAWATAN
1.      Nyeri b.d Bekas luka suntik
Tujuan : Nyeri berkurang
Kriteria hasil :
-          Intensitas nyeri berkurang
-          Tampak rileks
Intervensi ;
a.       Kaji tingkat nyeri
R/ Dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
b.      Berikan instruksi dalam tehnik pernafasan sederhana
R/ Mendorong relaksasi dan memberikan klien cara mengatasi dan mengontrol tingkat ketidaknyamanan.
c.       Anjurkan klien menggunakan tehnik relaksasi.Berikan instruksi bila perlu
R/ Relaksasi dapat membantu menurunkan tegangan dan rasa takut,yang memperberat nyeri dan menghambat kemajuan persalinan
d.      Berikan tindakan kenyamanan (mis. Masage,gosokan punggung, sandaran bantal, pemberian kompres sejuk, pemberian es batu)
R/ Meningkatkan relaksasi,menurunkan tegangan dan ansietas dan meningkatkan koping dan kontrol klien
2.      Cemas b.d kurang pengetahuan tentang kontrasepsi metode suntikan
Tujuan : Klien tidak mengalami kecemasan
Kriteria hasil : Kecemasan klien berkurang
Intervensi :
a.       Kaji tingkat kecemasan klien
R/ Dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
b.      Berikan kenyaman dan ketentraman hati
R/ Meyakinkan klien bahwa ia benar mendapat pertolongan.
c.       Diskusi tentang kecemasan yang dialami klien
R/ Mengurangi kecemasan yang dialami klien
d.      Jelaskan kepada klien tentang kontrasepsi metode suntikan
R/ Menambah pengetahuan klien untuk mengurangi kecemasan
e.       Jelaskan kepada klien keuntungan dan kerugian kontrasepsi metode suntikan
R/ Membantu klien mengambil keputusan untuk pemelihan kontrasepsi metode suntik
f.       Kolaborasi pelaksanaan suntik KB
R/ Salah satu bentuk kolaborasi dengan tim lain

3 komentar:

  1. makasih tuk informasinya...
    tpi mw nnya.. LP daftar pustakanya gx ada??
    thn'x

    BalasHapus
  2. thanks y kawan. . . .
    kunjungi jga blog ane y adie90.blogspot.com

    BalasHapus